Reklamasi Tumpang Sari ESQ

Reklamasi areal bekas tambang di Provinsi Bangka

Tumpangsari merupakan upaya peningkatan produktivitas lahan, lapangan kerja, ketahanan pangan, penyelamatan dan keamanan kawasan hutan.

ESQ LEADERSHIP TRAINING “CHANGE START WITH ME” PT INHUTANI V

Berita

INHUTANI V MAKIN KINCLONG BERKAT KEMITRAAN

« Back

8 December 2014

Terus memperkuat skema kemitraan untuk mengelola hutan bersama masyarakat , kinerja PT Inhutani V makin mengilap. Perusahaan yang kini menjadi bagian dari holding BUMN kehutanan itu bahkan berhasil masuk sebagai 50 BUMN terbaik versi majalah Investor.

Moncernya kinerja Inhutani V bisa terlihat dari laba sebelum pajak tahun ini, sampai September, yang sudah mencapai 12,8 miliar dari target 15,8 miliar. Sebagai gambaran, pada periode yang sama tahun 2013, Inhutani V cuma membukukan laba Rp. 238,1 juta. Meski demikian pada saat tutup buku perseroan berhasil mencatat laba 13,5 miliar.

Kinerja keuangan perseroan pun selalu mendapat peringkat ‘ sehat A ‘ sejak tiga tahun terakhir. Padahal, sebelumnya Inhutani V kerap mengalami kerugian dan diberi label perusahaan sakit.

Direktru Utama Inhutani V Endro Siswoko menjelaskan, pihaknya melakukan revolusi bisnis sejak tiga tahun terakhir, untuk mengubah ancaman menjadi peluang, dan kegiatan yang bersifat cost center menjadi profit center. “ salah satu yang kami lakukan adalah menyelesaikan perambahan lahan dengan pengembangan kemitraan,” kata dia di Jakarta, Rabu (26/11/2014)

Lewat kemitraan, masyarakat yang sebelumnya merambah diajak untuk bekerjasama mengelola hutan sesuai dengan kaidah pengelolaan hutan lestari. Mereka dapat memanfaatkan lahan dibawah tegakan pohon dengan pola tumpangsari. Panen yang dihasilkan dari pola tersebut dibagi antara perseroan dan masyarakat dengan proporsi sesuai kesepakatan.

Dampak positifnya, lahan yang dirambah itu kembali dibawah pengendalian Inhutani V. “ Tujuan utama pengembangan kemitraan ini bukan mencari untung dari panen yang dihasilkan. Tapi pengakuan masyarakat terhadap hutan negara yang dikelola Inhutani V,” kata Endro.

Pola kemitraan telah diterapkan pada areal Inhutani V di Lampung, tepatnya di hutan register 42 seluas 12.727 hektar dan register 46 seluas 10.055 hektar. Sebanyak 12.000 kepala keluarga telah menjadi bagian dari kemitraan yang dijalin. Nantinya, kemitraan akan diseluruh areal kerja Inhutani V.

Termasuk di register 18 seluas 1.390 hektar dan register 44 seluas 32.375 hektar. Termasuk juga di areal yang berada di Bangak Belitung, tepatnya di register 11 seluas 7.000 hektar dan register 12 seluas 9.730 hektar.

Inhutani V juga melakukan optimalisasi aset dan mengevaluasi kinerja perusahaan patungan. Jika dinilai tidak prospektif, maka perusahaan tersebut bakal didivestasi. Sementara yang dinilai prospektif, Inhutani V siap untuk melakukan akuisisi.

Direktur Inhutani V Luther Patiung menyatakan, berbekal pola kemitraan posisi tawar perseroan meningkat dalam proses evaluasi perusahaan patungan. “ Kami ingin keberhasilan pengembangan pola kemitraan juga diterapkan di areal perusahaan patungan, “ katanya.

Luther menambahkan, pihaknya juga melakukan re-negosiasi kontrak kerjasama sehingga perseroan bisa mendapat proporsi yang proporsional dan tidak merugikan dalam jangka panjang. “ Sebagai bagian dari revolusi bisnis, kami juga melakukan restrukturisasi organisasi dan SDM secara transparan. Ini memudahkan kami untuk mengoptimalkan setiap peluang.

Survei terbaru, Nopember 2014, Majalah Investor menempatkan Inhutani V sebagai BUMN non keuangan terbaik nomor dua dan berada di posisi satu untuk kategori BUMN agribisnis.

Tren Positif

Menurut Endro capaian perseroan saat ini tercipta karena sinergitas manajemen dan karyawan. Tantangan terberat perusahaan saat ini justru adalah mempertahankan momentum agar tren positf terus berlanjut. “ Tujuan kami adalah kelaur dari krisis multidimensional serta adanya kejelasan dan kepastian going concern perusahaan, “ katanya.

Endro menegaskan, seluruh masukan dan saran yang membangun akan dimanfaatkan sebagai upaya penguatan pencapaian dan tujuan. Seluruh kritikan dan suara sumbang, akan dijawab melalui aksi dan bukti nyata, bukan kata-kata. Sugiharto.

 

SUMBER : AGROINDONESIA, VOL X NO. 524, 2-8 DESEMBER 2014