Reklamasi Tumpang Sari ESQ

Reklamasi areal bekas tambang di Provinsi Bangka

Tumpangsari merupakan upaya peningkatan produktivitas lahan, lapangan kerja, ketahanan pangan, penyelamatan dan keamanan kawasan hutan.

ESQ LEADERSHIP TRAINING “CHANGE START WITH ME” PT INHUTANI V

Berita

MEMUPUK LABA LEWAT PROGRAM KEMITRAAN

« Back

10 November 2014

JAKARTA. Siapa sangka Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berbasis kehutanan ini bisa melesat sebagai salah satu BUMN terbaik versi Majalah Investor. Selama belasan tahun BUMN yang memiliki lahan konsesi di Provinsi Lampung ini berjuang melawan keterpurukan keuangan. Itu disebabkan oleh produktivitas perseroan yang merosot lantaran sejak tahun 2008 sebagian besar lahan Inhutani V dikuasai masyarakat sekitar.

Tak kuasa menahan rugi, perseroan kemudian menawarkan solusi sebagai langkah rekonsiliasi dengan masyarakat yaitu dengan menawarkan pola kemitraan. Dimana masyarakat sekitar boleh menanam singkong dan karet di atas lahan milik perseroan dengan sistem bagi hasil. Porsi pembagiannya disesuaikan dengan usaha masyarakat dan Inhutani V sendiri. Jika masyarakat mengeluarkan biaya untuk penanaman sampai pemeliharaan, mendapat jatah lebih besar. Begitu sebaliknya. Pola ini disambut baik masyarakat dan mulai berjalan di tahun 2011 – 2012.

Sejak itu titik balik kinerja keuangan perseroan terjadi. Tahun 2011 Inhutani berhasil meraup laba kembali, tercatat Rp.1.07 miliar. Lalu tahun 2012 dan 2013 masing-masing Rp.9,50 miliar dan Rp.11 miliar. Optimisme berlanjut di tahun 2014 ini dengan target laba bersih Rp.14 miliar. Direktur Utama Inhutani V Endro Siswoko pernah mengatakan kontribusi paling besar dari raupan laba itu diyakini masih tetap disumbang dari pola bagi hasil tanaman tumpang sari dengan menggandeng masyarakat sekitar areal hutan. Menurutnya pola itu membawa berkah bagi dua pihak, selain memacu kinerja perseroan juga mensejahterakan masyarakat sekitar.

Adapun pendapatan perseroan tahun ini diharapkan naik dua kali lipat dari tahun 2013 atau sebesar Rp.30 miliar hingga Rp.40 miliar. Tahun lalu Inhutani V mencatat total pendapatan Rp. 11.53 miliar. [MT]

 

Sumber : MAJALAH INVESTOR edisi November 2014 - XVI/257