KOMITMEN DALAM KOMPETENSI, PT INHUTANI V UNIT INDUSTRI TRENGGALEK IKUTI UJI KOMPETENSI GANISPH PENGUJIAN KELOMPOK GETAH

TRENGGALEK, INHUTANI V (13/08/2025) | Dalam upaya menjaga akuntabilitas administrasi penerimaan bahan baku getah pinus dari hutan negara maupun hutan rakyat, PT INHUTANI V Unit Industri Trenggalek memperpanjang sertifikat GANISPH Jipoktah melalui Uji Kompetensi (Ujikom) yang digelar pada 1–2 Agustus 2025 di Wonorejo Hotel & Resort oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Binamutu Lingkungan Kehutanan.

Asesmen mencakup delapan kompetensi skema Jipoktah, meliputi: 1. Menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), 2. Melakukan komunikasi efektif, 3. Melaksanakan penatausahaan hasil hutan (PUHH) bukan kayu, 4. Menetapkan jenis kelompok getah, 5. Menetapkan berat getah, 6. Melakukan persiapan uji visual dan laboratorium hasil hutan bukan kayu, 7. Menetapkan mutu hasil hutan bukan kayu, 8. Melakukan uji visual kelompok getah.

LSP Binamutu Lingkungan Kehutanan menunjuk Awal Nur Hardiyanto, SP, MMA sebagai asesor bagi Trinova Budi Santoso, Ganisph PT INHUTANI V Unit Industri.

Trinova mengungkapkan bahwa Ujikom ini bukan hanya untuk memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab dalam memastikan penerimaan bahan baku berjalan sesuai prosedur.

“Kami ingin memastikan setiap tahap penerimaan hasil hutan bukan kayu, khususnya kelompok getah, dilakukan sesuai ketentuan dan dapat dipertanggungjawabkan. Sertifikat ini menjadi bukti bahwa kami bekerja sesuai standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Dalam pembukaan, Awal Nur Hardiyanto menegaskan pentingnya peran Ganisph dalam membantu negara menyediakan data hasil hutan, baik kayu maupun bukan kayu, secara akuntabel.

“Untuk pemenuhan instrumen APL.02 pada delapan kompetensi, peserta wajib melampirkan peraturan atau SOP, alat yang digunakan, dokumentasi kegiatan setiap kompetensi, dan output dari masing-masing kompetensi,” jelasnya.

Berdasarkan Surat Keputusan LSP Binamutu Lingkungan Kehutanan Nomor SK.592/KT/LSP-BLK/VIII/2025, Trinova Budi Santoso dinyatakan kompeten dalam Uji Kompetensi tersebut. Dengan demikian, PT INHUTANI V Unit Industri Trenggalek melalui Trinova Budi Santoso berhak melaporkan penerimaan hasil hutan bukan kayu jenis kelompok getah sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. (Kom-IHTV/Trglk/Nova).

Inhutani V Bersama Pemkab Pesawaran Bahas Strategi Penguatan Kemitraan di Register 18

INHUTANI V , LAMPUNG  (16-06-2025) | Inhutani V Unit Lampung menerima kunjungan dari Kepala Bagian Sumber Daya Alam (SDA) Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Alkhalid, beserta jajaran staf, dalam rangka koordinasi strategi pengelolaan kawasan hutan Register 18. Pertemuan berlangsung di Kantor Register 18, Desa Tri Rahayu, Kecamatan Negeri Katon, pada Senin, 16 Juni 2025.

Kedatangan rombongan disambut oleh Asisten Manager Register 18, Marjiyem, bersama tim pengawas lapangan. Fokus utama diskusi adalah pembahasan kondisi terkini Register 18, termasuk strategi penguatan wilayah kemitraan dan keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung legalitas masyarakat penggarap.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan sinergi yang dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Pesawaran,” ujar Marjiyem, Asisten Manager Register 18.
“Harapan kami, kerja sama ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bermitra secara legal dengan Inhutani V. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi yang berkelanjutan sekaligus turut menjaga kelestarian hutan,” lanjutnya.

Dalam diskusi juga dibahas perkembangan jumlah kelompok tani mitra, rencana pengajuan kemitraan konsesi perhutanan sosial, serta program Integrated Area Development (IAD) yang telah melibatkan BPHL Wilayah VI Bandar Lampung dan KPH Pesawaran. Potensi pengembangan komoditas unggulan di wilayah Register 18 turut menjadi perhatian dalam mendorong ketahanan pangan lokal.

Pemerintah Kabupaten Pesawaran juga telah menerbitkan surat resmi kepada enam desa — Tri Rahayu, Sinar Bandung, Tri Mulyo, Kresno Widodo, Sri Wedari, dan Gedung Gumanti — agar mendorong warganya bergabung dalam kemitraan resmi bersama Inhutani V.

“Kami siap mendukung penuh kegiatan Inhutani V, termasuk pelaksanaan sosialisasi kepada para penggarap di Register 18,” ujar Alkhalid, Kepala Bagian SDA Pemkab Pesawaran.
“Tujuannya jelas: memastikan seluruh masyarakat yang menggarap kawasan hutan memiliki legalitas yang sah, sehingga mereka bisa sejahtera tanpa melanggar aturan. Kami ingin menciptakan sinergi yang adil dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kegiatan koordinasi ini menjadi bentuk nyata komitmen Inhutani V untuk terus menjalankan pengelolaan kawasan Register 18 secara inklusif, legal, dan berkelanjutan. Sinergi dengan pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional (Kom-IHTV-Lpg/Mar).

Perhutani Tinjau Potensi Ketahanan Pangan di Register 18 Lampung

LAMPUNG, INHUTANI V (07-06- 2025) | Direktur Keuangan Perhutani, Sandy Mukhlisin, melakukan kunjungan kerja ke kawasan hutan Register 18, wilayah kerja Inhutani V Lampung, dalam rangka meninjau langsung potensi pengembangan ketahanan pangan. Kunjungan ini didampingi oleh General Manager Inhutani V Lampung, Winanti Meilia Rahayu, dan Asisten Manajer Perencanaan, Adam Hasrul Amir pada  Sabtu (07/06).

Rombongan diterima langsung oleh Asisten Manajer Register 18, Marjiyem, beserta jajaran staf dan anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Mulyo. Agenda utama kunjungan adalah dialog dengan petani dan peninjauan lahan produktif yang telah dikelola bersama masyarakat.

“Dengan adanya program ketahanan pangan ini, satu langkah dua tujuan bisa dicapai sekaligus: ketahanan pangan dan legalitas akses masyarakat. Dan itu hanya bisa dilakukan melalui kemitraan konsesi bersama Inhutani V,” ujar Winanti Meilia Rahayu, GM Inhutani V Lampung.
“Kami berharap kehadiran Bapak Sandy dapat semakin memperkuat langkah Inhutani V dalam pengkondisian areal berbasis kemitraan,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini menyoroti komoditas jagung sebagai tanaman dominan di kawasan Register 18. Direktur Keuangan Perhutani secara langsung meninjau pola tanam, kondisi lahan, dan tantangan yang dihadapi petani di lapangan, terutama terkait kemitraan antara petani penggarap dan Inhutani V sebagai pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH).

“Saya sangat mengapresiasi pola-pola pengelolaan yang sudah diterapkan oleh Inhutani V. Ini adalah modal sosial yang baik untuk mendukung tata kelola areal ketahanan pangan. Bahkan langkah-langkah seperti ini telah mulai dilakukan melalui skema Perhutanan Sosial,” ujar Sandy Mukhlisin.

Selain jagung, rombongan juga meninjau praktik agroforestry yang dilakukan bersama masyarakat, yang mengombinasikan tanaman alpukat, pisang, singkong, sayuran, dan padi secara tumpangsari. Model ini dinilai mampu mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga fungsi ekologis hutan.

Selama satu hari, rombongan mengunjungi sejumlah titik strategis di Register 18 dan memperoleh gambaran utuh terkait kondisi lapangan. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Perhutani dan Inhutani V dalam memperkuat ketahanan pangan, mendorong kesejahteraan petani, serta mempercepat realisasi pengelolaan hutan yang berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan ekologis (Kom-IHTV-Lpg/Mar).

Inhutani V Bersama KTH Binaan Ikuti Pelatihan Peningkatan Nilai Tambah Produk melalui Desain dan Digitalisasi 

Inhutani V Bersama KTH Binaan Ikuti Pelatihan Peningkatan Nilai Tambah Produk melalui Desain dan Digitalisasi 

LAMPUNG, INHUTANI V (11/6/2025) | Dalam rangka mendorong peningkatan kapasitas Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), Balai Perhutanan Sosial (BPS) Palembang menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan Nilai Tambah Produk melalui Desain dan Digitalisasi  yang berlangsung di Hotel Aston Bandar Lampung pada Rabu (11/06).

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari (11-13 Juni 2025)  dan mendapat dukungan dari Direktorat Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial.

Marjiyem, Asiten Manager Register 18 Inhutani V Lampung mengatakan bahwa pelatihan diikuti oleh 20 KUPS dari berbagai wilayah di Provinsi Lampung, termasuk KUPS Siger 18 yang berasal dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Wono Mulyo Register 18, binaan Inhutani V Lampung.

”Inhutani V bersama KTH Wono Mulyo mengikuti kegiatan ini dengan tujuan dapat meningkatkan nilai tambah dalam kegiatan perhutanan sosial, serta tetap menjaga kelestaian hutan”, ujar Marjiyem.

Kegiatan resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yayan Ruchyansyah. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peningkatan level KUPS sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta menjaga kelestarian kawasan hutan.

”Semoga kegiatan pelatihan ini dapat diaplikasikan nyata di lapangan, jadi harapannya dapat benar-benar dapat memberikan dampak nyata bagi ekonomi masyarakat dan kelestarian kawasan hutan kita yang harus kita jaga bersama”, tutur Yayan.

Kepala BPS Palembang, Bayu Subekti, turut menyampaikan komitmen untuk memperkuat pendampingan terhadap kelompok perhutanan sosial di Lampung. Salah satu langkah konkret adalah dengan menempatkan Kepala Seksi dari BPS secara khusus di Provinsi Lampung sebagai bentuk dukungan intensif.

”Kami akan menempatkan perwakilan kami di Lampung, supaya benar-benar bisa kami monitor, supaya output dari kegiatan ini dapat berjalan dengan baik di lapangan,” kata Bayu.

Selama tiga hari pelatihan, para peserta mendapatkan materi dari tim narasumber Rumah Kemasan Bandung yang dipimpin oleh Mohamad Firsan. Materi pelatihan mencakup pemahaman dasar branding, prinsip desain kemasan, penyusunan brief produk, teknik fotografi produk menggunakan smartphone, hingga praktik langsung pembuatan kemasan.

Mohamad Firsan menyatakan bahwa meskipun berada di kawasan hutan, para petani memiliki potensi besar untuk menjadi wirausaha sukses, selama mampu beradaptasi dengan kebutuhan pasar dan terus berkembang secara dinamis.

Pelatihan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memberdayakan masyarakat melalui skema perhutanan sosial. Selain itu, kehadiran KUPS turut mempertegas peran strategis masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan serta memperkuat ketahanan pangan nasional (Kom-IHTV-Lpg/Mar).

Kemenperin dan Pemkab Trenggalek Kunjungi Pabrik Derivat Inhutani V

TRENGGALEK, INHUTANI V (07/05/2025) | Inhutani V Unit Trenggalek menerima kunjungan Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Kabupaten Trenggalek di Pabrik Derivat Gondorukem PT Inhutani V, Kab. Trenggalek, Provinsi Jawa Timur pada Rabu (07/05).

Acara yang bertujuan untuk menggali potensi kerjasama mitra industri ini dihadiri oleh Kementerian Perindustrian melalui Corporate Relations Manager, Bay Iqbal Bustami; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Trenggalek, Saeroni; Sales & Marketing Manager  PT Intera Lestari Polimer, Reza Rizqi Nurhidayat; dan Industry Decarbonization Program Manager Institute for Essential Services Reform (IESR), Juniko Nur Pratama.

Dalam kunjungan tersebut, Manager Industri PT Inhutani V Unit Trenggalek, Reinaldhi Andriano Saputra, menjelaskan proses produksi derivat gondorukem yang menjadi sektor bisnis industri PT Inhutani V.

“PT Inhutani V memproduksi derivat gondorukem, seperti ester dan rosin size emulsion, yang terbuat dari getah pohon pinus dan digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti marka jalan, lem, tinta, dan wood/iron coating “, ujar Reinaldi.

Corporate Relations Manager Kementrian Perindustrian, Bay Iqbal, menjelaskan bahwa PT Intera Lestari Polimer yang bergerak di bidang produksi bioplastik (Eco-Friendly Packaging) melalui brand “Enviplast” sedang mengembangkan packaging karung sak yang terbuat dari pati singkong.

“PT Intera Lestari Polimer sedang melakukan pengembangan packaging yang ramah lingkungan tetapi juga tahan apabila digunakan dalam berat produk 25 kg sampai 50 kg. Saat ini produk yang kami hasilkan bisa tahan sampai dengan 9 bulan”, imbuh Iqbal.

Hal tersebut disambut baik oleh PT Inhutani V bahwa packaging produk yang ramah lingkungan sangat diperlukan dalam rangka menjaga komitmen perusahaan dalam penerapan Standar ISO 14001. (Kom-IHTV/Trglk/Ras).

Inhutani V Bersama dengan BPHL Wilayah VI Bandar Lampung Gelar Pelatihan Budidaya Lebah Madu

LAMPUNG, INHUTANI V (07/05/2025) | Inhutani V Unit Lampung bersama dengan Balai Pengelolaan Hutan Lestari atau BPHL Wilayah VI Bandar Lampung melaksanakan kegiatan Pelatihan Budidaya Lebah Madu untuk KTH di sekitar Register 42 Lampung pada Rabu (07/05).

Selain Inhutani V dan BPHL Wilayah VI Bandar Lampung, acara ini juga dihadiri oleh KPH Bukit Punggur, KTH Berkah Tani dan Trigona Park.  Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang saling mendukung dan memberikan nilai tambah bagi kelompok tani yang telah menjadi mitra Inhutani V.

General Manager Inhutani V Unit Lampung, Winanti Meilia Rahayu, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan komitmen Inhutani V dalam memberdayakan masyarakat yang memenuhi regulasi kehutanan. Beliau juga mengimbau masyarakat untuk berkoordinasi dengan Asisten Manajer Register 42 Muhamad Salman Faisal untuk menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi kegiatan.

”Pelatihan ini merupakan apresiasi bagi Kelompok Tani Hutan atau KTH yang telah bermitra dengan Inhutani V dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas SDM dan produktivitas di areal kemitraan”, ujar Winanti.

Kepala KPH Bukit Punggur, Ronald Pandjaitan, menyatakan bahwa Pelatihan Budidaya Lebah madu sangat penting bagi KTH binaan PT Inhutani V di Register 42.

“Pelatihan budidaya lebah madu adalah salah satu kegiatan yang penting bagi KTH binaan PT Inhutani V di Register 42 guna memberikan manfaat dan peningkatan kapasitas SDM untuk mengoptimalkan produktifitas dan efektifitas di areal kemitraan PT Inhutani V”, kata Ronald.

Pelatihan Budidaya Lebah Madu ini dicontohkan secara langsung oleh narasumber dari Trigona Park, sehingga kelompok tani hutan dapat mengerti dan mengaplikasikan di kemudian hari. Para petani terlihat antusias menyimak materi pelatihan.  (Kom-IHTV/Lpg/Mus).

INHUTANI V SUMBAGUT TERIMA KUNJUNGAN DARI BPDAS SEI ULAR UNTUK MONITORING DAN EVALUASI KEGIATAN IPPKH REHABILITASI DAS PT. WEP

KARO, INHUTANI V (24/03/2025) | PT. INHUTANI – V SUMATRA BAGIAN UTARA menerima kunjungan Tim Evaluasi dari  BPDAS Sei Ular berjumlah  7 (tujuh) orang. Kegiatan kunjungan ini  dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi DAS, BPDAS Sei Ular, Bapak Era Isdhinarto, S. Hut, M.Eng,  dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Kegiataan IPPKH PT. WAMPU ELECTRIC POWER  (PT.WEP) pemeliharaan tanaman tahun pertama (P-1)  yang berlokasi di Desa Lau Paradep, Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo seluas 111 Ha yang sedang dikerjakan PT. Inhutani-V Sumbagut pada Rabu (26/03).

General Manager Inhutani V Sumbagut, Moh. Annas menyambut baik kegiatan evaluasi ini dan mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting dilakukan untuk menyelaraskan persepsi antara BPDAS selaku penilai dan Inhutani V selaku pelaksana.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini agar kedepannya kegiatan dapat berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan” ujar Annas.

Tim Monitoring dan Evaluasi dari  BPDAS langsung turun kelapangan untuk melakukan monitoring san evaluasi atas kegiatan penanaman yang telah dilakukan, hal ini bertujuan agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan bimbingan teknis yang sebelumnya telah dilakukan. 

“Kami sebelumnya telah melakukan bimbingan teknis agar tingkat keberhasilan kegiatan yang dilakukan oleh tim di lapangan semakin tinggi, salah satu caranya yaitu dengan memilih jenis bibit yang sesuai dengan keinginan masyarakat. Tentu masyarakat akan semakin senang untuk merawat bibit yang ditanam sehingga presentase tumbuh tanaman akan semakin tinggi. Saat ini kami melakukan monitoring dan evaluasi untuk melihat apakah kegiatan rehabilitasi yang berjalan sesuai dengan rencana” kata Era.

Era juga menambahkan hasil peninjauan langsung Tim Monitoring dan Evaluasi bahwa kegiataan IPKHH PT. WAMPU ELECTRIK POWER sudah baik, jenis tanaman juga dinilai sudah sesuai dengan harapan masyarakat seperti  tanaman kemiri, cengkeh, durian, alpukat , jengkol,  petai dan ditambah tanaman sela tanaman pinang dan tanaman kopi.  (Kom-IHTV/Mdn/Sms)

PT Inhutani V Ekspor Gum Rosin ke India

TRENGGALEK, INHUTANI V (16/01/2025) | PT Inhutani V Unit Industri Trenggalek mengekspor Gum Rosin sebanyak 5 FCL atau setara 96 ton ke India melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Ekspor ini menjadi bukti bahwa produk hasil hutan non-kayu (HHBK) Indonesia semakin diminati di pasar internasional.

Gum Rosin atau Gondorukem merupakan salah satu produk unggulan PT Inhutani V. Produk ini merupakan hasil olahan dari Oleo Pine Resin (sadapan getah pinus) melalui proses produksi yang mencakup melting, scrubber, dan pemasakan di pabrik. Selain menghasilkan Gum Rosin, proses ini juga memproduksi Gum Turpentine Oil.

Gum Rosin banyak digunakan sebagai bahan baku berbagai industri, seperti cat, kosmetik, lem atau perekat, karet, hingga produk farmasi. Permintaan yang tinggi dari pasar lokal maupun internasional menunjukkan pentingnya produk ini dalam mendukung berbagai sektor industri.

Manajer Unit Industri Trenggalek, Nurwahyono Widayanto, menjelaskan bahwa PT Inhutani V telah menjadi pemasok Gum Rosin terpercaya bagi negara-negara di Asia, seperti India, Pakistan, dan Filipina.

“PT Inhutani V sudah dipercaya oleh beberapa negara di Asia, terutama India, sebagai supplier Gum Rosin dengan kualitas yang baik. Kami berharap ke depannya dapat mengembangkan pasar hingga menembus pasar Eropa,” ungkap Nurwahyono.

PT Inhutani V terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar ekspor, termasuk potensi pasar di kawasan Eropa.  Dengan dukungan industri dan pengelolaan hasil hutan yang berkelanjutan, PT Inhutani V optimis dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen utama produk Gum Rosin dan Gum Turpentine Oil (Kom-INH5/Ris).

PT Inhutani V Genjot Produksi Gum Rosin dan Gum Turpentine Oil

TRENGGALEK, INHUTANI V (16/01/2025) | Inhutani V meningkatkan produksi Gum Rosin dan Gum Turpentine Oil untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan ekspor yang terus meningkat di tahun 2025. Upaya ini dilakukan dengan menjalin kerja sama makloon bersama PGT Rejowinangun, yang merupakan bagian dari kolaborasi dengan induk perusahaan, Perum Perhutani.

Manajer Unit Industri Trenggalek, Nurwahyono Widayanto, menyebutkan bahwa kerja sama makloon ini sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pasar. Sebelumnya, pabrik di Trenggalek hanya mampu memproduksi 150 ton Gum Rosin dan 40 ton Gum Turpentine Oil per bulan. Dengan tambahan produksi dari PGT Rejowinangun, kapasitas produksi meningkat menjadi 300 ton Gum Rosin dan 80 ton Gum Turpentine Oil per bulan.

“Saat ini, kapasitas pabrik kami terbatas. Dengan tambahan produksi dari PGT Rejowinangun, stok dapat terjaga untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor,” terang Nurwahyono.
Plt. Kepala Divisi Perencanaan dan Pemasaran Inhutani V, Tison Simatupang, mengungkapkan bahwa permintaan Gum Rosin dan Gum Turpentine Oil terus meningkat. Oleh karena itu, kerja sama makloon menjadi solusi penting dalam memastikan ketersediaan pasokan.

“Kebutuhan pasar, baik lokal maupun ekspor, semakin tinggi. Kerja sama ini menjadi langkah strategis Inhutani V untuk memenuhi ekspektasi pasar,” jelas Tison.
Melalui peningkatan produksi ini, Inhutani V berharap dapat terus mendukung penguatan posisi Indonesia sebagai produsen utama Gum Rosin dan Gum Turpentine Oil. Kolaborasi strategis dengan mitra produksi juga menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri hasil hutan di Indonesia (Kom-INH5/Ris).